Menengok ke belakang bukan
untuk terjebak di masa lalu
Tapi untuk mewujudkan awal
kehidupan baru
Orang bilang, jika hari
sekarang lebih buruk dari hari dulu
Itulah orang yang merugi
Ketika terlihat asa jauh
dibalik cakrawala
Harapan seluas semesta
Semangat sebesar dunia
Yang senada mengiringi
langkah demi langkah masa muda
Tatkala pandangan menerawang
masa depan
Tiap insan pastilah
mengharapkan
Dunia mendatangnya yang
berkenan
Gemilang lentera cahaya
penghidupan
Gelap, terang, gelap, terang
Bisa kau katakan lika liku
kehidupan
Maka bagi kami seonggok
kegelapan
Serta lebatnya derai hujan
masa lalu
Akan memberi macam-macam
warna
Apa kau takut dengan sisi
gelapmu?
Atau, kau masih berbangga
dengan perbuatan pengecutmu?
Pecahkan saja bayangan
kegelapan itu
Maka ketika senja datang,
Jangan biarkan rasa sesal
memelukmu
Jangan biarkan angan yang
kau ciptakan
Hanya tertumpah sebagai
mimpi
Kau punya terik matahari
yang menyapa siangmu
Kau punya gemerlap bintang yang
menghiasi malammu
Bahkan jika topan
menggerogotimu
Kau harus tetap kokoh dengan
pondasi harapanmu
Jangan takut kawan..
Yang penting ungkapkan apa
yang ingin kau teriakkan
Jangan biarkan membeku
sampai kau bawa mati
Bahkan di tengah hiruk pikuk
malam
Kau juga harus berani
membangun mimpi
Jangan menyerah pada takdir
kawan..
Ketertarikan akan mapannya
masa depan
Gunakan sebagai bekal
reinkarnasi kehidupan
Jadikan harapan untuk
menghilangkan kemelaratan
Jangan menunggu datangnya
mukjizat kawan..
Deru dan asa itu sudah biasa
Anggap saja kerikil di jalan
aspalmu
Karena kau memiliki sejuta
cakra dan cita untuk berkarya
Yakinlah!
Suatu saat bukan mereka yang
akan menertawakanmu
Tapi kau akan berdiri di
atas panggung realita keemasan
Yang kau bangun dengan berjuta
badai di masa lalu
Bukankah diperlukan hujan
untuk bisa menciptakan pelangi?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar